Aku tidak pernah
sedikitpun mempertimbangkan bahwa suatu kesedihan, kekecewaan, kekhawatiran dan
suatu kekosongan yang aku rasakan juga dapat menyentuh kehidupanmu. Mungkin aku
sangat terlampau sibuk dengan duniaku selama ini sehingga aku tidak terlalu peka
terhadap perasaan yang kau rasakan. Dengan bertambah umurku setiap tahun yang
mengedepankanku dengan sikap kedewasaan diri dan sehingga aku bisa menyadarinya
suatu hal yang mengartikan hidup ini begitu sangatlah berarti. Aku sangat tidak
pernah menyadari bahwa kau itu memiliki mimpimu sendiri, akupun tidak pernah
berfikir bahwa kau memiliki perasaan dan kebutuhan sendiri, akupun sama sekali
tak pernah berfikir kau sangat merasa tidak dihargai olehku karena begitu
jarangnya aku mengucapkan kata yang terlontar dari mulutku yang berupa ucapan
terima kasih. Setelah aku sadari aku kini bukanlah anak balita lagi bahkan
remaja, aku kini sudah beranjak dewasa dengan umur 19 tahunku kini. Bahkan
sampai saat ini pun kau telah memberiku melebihi sekedar kehidupan,
mengajarkanku bagaimana cara mempercayai diriku sendiri, bahkan kau selalu
tidak pernah lupa untuk selalu mengingatkanku tentang apa itu arti hidup dan
selalu mendorongku untuk berjuang keras dalam meraih semua mimpi – mimpi.
Mungkin seringkali kau selalu mendukung setiap keputusan yang aku ambil sendiri
tanpa berpikir panjang dan tanpa meminta suatu nasehat darimu, walau dalam
hatimu kau tahu itu bukanlah hal yang terbaik. Dan bila aku gagal dalam segala
hal yang telah aku perbuat kau bahkan selalu mengulurkan tangan seakan akan aku
tak bersalah, kau jugga selalu membatuku untuk belajar dan tumbuh menjadi orang
yang lebih kuat dalam segala hal yang akan aku alami. Kau selalu melontarkan
kata – kata yang selalu aku ingat dalam benak dan pikiranku “hapuslah kata
menyerah ubahkan dan tuliskan menjadi sebuah harapan besar disana”. Terkadang
sering kubayangkan tentang keuletanmu, memikirkan semangatmu, mendambakan
ketulusan dan kasihmu, mengagumi akan kecantikanmu. Ibu .. kau bukan hanya
cantik sebatas kulitmu saja tapi kau juga cantik pada kepribadian dan sikapmu
yang selalu menggugah hatiku untuk menjadi figur sepertimu.
Terima
kasih ibu telah membuat aku merasa berarti dan percaya akan semua mimpi –
mimpiku. Terima kasih telah mendorongku menjadi anak yang baik dan lebih baik
dan selalu mendorongku menjadi yang terbaik.
Terima kasih untuk semua pemberian, waktu, cinta, dan semua kasih
sayangmu. Ibu ingin sekali aku mengucapkan kata – kata yang mungkin aku sering
lupakan Maafkan aku atas segala kesalahan yang telah ku lakukan baik sengaja
maupun tidak yang telah membuatmu gelisah, Terima kasih untuk selalu menjadi
satu – satunya orang yang mengerti apa yang aku rasakan. Aku butuh kau ibu ..
aku juga cinta kau ibu .. . kau bukan hanya ibuku melainkan bidadariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar